Ads

Showing posts with label JarKomp. Show all posts
Showing posts with label JarKomp. Show all posts

Saturday, February 27, 2010

Look@Lan

Inie langsung kamu unduh ajah yah.....


jika ada yang kurang mohon maaf deh......coz buru2 nieh.....


Link Download  


Monday, January 25, 2010

Hiren's BootCD versi 9.8 dan versi 10.2 Keyboard Patch


Hiren's Boot CD is a boot CD containing various diagnostic programs such as partitioning agents, system performance benchmarks, disk cloning and imaging tools, data recovery tools, MBR tools, BIOS tools, and many others for fixing various computer problems. It is a Bootable CD; thus, it can be useful even if the primary operating system cannot be booted. Hiren's Boot CD has an extensive list of software. Utilities with similar functionality on the CD are grouped together and seem redundant; however, they present choices through UI differences. Hiren's BootCD All in one Dos Bootable CD which has all these utilities.

Extract and burn ISO file,make cd, no need to do anything!

<<< Hiren's BootCd 9.8 >>>





download here or download here 




download part 1 
download part 2


or

download part 1

doanload part 2




http://ardhiyant.blogspot.com/

Pola Soal Subnetting dan Teknik Mengerjakannya


Pola Soal Subnetting dan Teknik Mengerjakannya

by Romi Satria Wahono
Pada saat mengajar dan memahamkan materi subnetting di kelas networking atau CCNA, saya biasanya menggunakan metode seperti yang saya tulis di dua artikel sebelumnya:
  1. Memahami Konsep Subnetting
  2. Penghitungan Subnetting
Selama ini lancar-lancar saja dan tingkat pemahaman siswa cukup bagus. Kebetulan kemarin (6 Mei 2007) saya berkesempatan mencoba metode yang sama untuk ngajar adik-adik SMKN 1 Rangkasbitung. Pemahaman bisa masuk, hanya ada sedikit permasalahan pada saat mengerjakan soal karena variasi soal yang beragam. Supaya lebih tajam lagi, saya perlu sajikan satu topik khusus teknik mengerjakan soal-soal subnetting dengan berbagai pola yang ada. Anggap saja ini adalah materi berikutnya dari dua materi sebelumnya. Contoh-contoh soal lengkap bisa download dari sini.
1. SOAL MENANYAKAN SUBNETMASK DENGAN PERSYARATAN JUMLAH HOST ATAU SUBNET
Soal yang menanyakan subnetmask apa yang sebaiknya digunakan dengan batasan jumlah host atau subnet yang ditentukan dalam soal. Untuk menjawab soal seperti ini kita gunakan rumus menghitung jumlah host per subnet, yaitu 2y – 2, dimana y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask. Dan apabila yang ditentukan adalah jumlah subnet, kita menggunakan rumus 2x (cara setelah 2005) atau 2x – 2 (cara sebelum 2005), dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnetmask.
  • Soal: A company is planning to subnet its network for a maximum of 27 hosts. Which subnetmask would provide the needed hosts and leave the fewest unused addresses in each subnet?

    Jawab
    : Karena kebutuhan host adalah 27,  kita tinggal masukkan ke rumus 2y– 2, dimana jawabannya tidak boleh kurang dari (atau sama dengan) 27. Jadi2y – 2 >= 27, sehingga nilai y yang tepat adalah 5 (30 host). Sekali lagi karena y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask, maka kalau kita susun subnetmasknya menjadi 11111111.11111111.11111111.11100000 atau kalau kita desimalkan menjadi255.255.255.224. Itulah jawabannya :)
  • Soal: You have a Class B network ID and need about 450 IP addresses per subnet. What is the best mask for this network?

    Jawab
    2y – 2 >= 450. Nilai y yang tepat adalah 9 (510 host). Jadi subnetmasknya adalah: 11111111.11111111.11111110.00000000 atau kalau didesimalkan menjadi 255.255.254.0 (itulah jawabannya! ;) ).
  • subnettighost.jpgSoal: Refer to the exhibit. The internetwork in the exhibit has been assigned the IP address 172.20.0.0. What would be the appropriate subnet mask to maximize the number of networks available for future growth?

    Jawab
    : Cari jumlah host per subnet yang paling besar, jadikan itu rujukan karena kalau kita ambil terkecil ada kemungkinan kebutuhan host yang lebih besar tidak tercukupi. Jadi untuk soal ini 2y – 2 >= 850. Nilai y yang paling tepat adalah 10 (1022 host). Jadi subnetmasknya adalah 11111111.11111111.11111100.00000000 atau 255.255.252.0
2. SOAL MENGIDENTIFIKASI JENIS ALAMAT IP
Soal mengidentifikasi jenis alamat IP bisa kita jawab dengan menghitung blok subnet dan mencari kelipatannya blok subnet yang paling dekat dengan alamat IP yang ditanyakan.
  • Soal: Which type of address is 223.168.17.167/29?

    Jawab
    : Subnetmask dengan CIDR /29 artinya 255.255.255. 248. Blok subnet= 256-248 = 8, alias urutan subnetnya adalah kelipatan 8 yaitu 0, 8, 16, 24, 32, …, 248. Tidak perlu mencari semu subnet (kelipatan blok subnet), yang penting kita cek kelipatan 8 yang paling dekat dengan 167 (sesuai soal), yaitu160 dan 168. Kalau kita susun seperti yang dulu kita lakukan di penghitungan subnetting adalah seperti di bawah. Dari situ ketahuan bahwa 223.168.17.167 adalah alamat broadcast.
  • Subnet
    223.168.17.160223.168.17.168
    Host Pertama223.168.17.161223.168.17.169
    Host Terakhir223.168.17.166223.168.17.174
    Broadcast223.168.17.167223.168.17.175
3. SOAL MENGIDENTIFIKASI KESALAHAN SETTING JARINGAN
Teknik mengerjakan soal yang berhubungan dengan kesalahan setting jaringan adalah kita harus menganalisa alamat IP, gateway dan netmasknya apakah sudah bener. Sudah benar ini artinya:
  1. Apakah subnetmask yang digunakan di host dan di router sudah sama
  2. Apakah alamat IP tersebut masuk diantara host pertama dan terakhir. Perlu dicatat bahwa alamat subnet dan broadcast tidak bisa digunakan untuk alamat IP host
  3. Biasanya alamat host pertama digunakan untuk alamat IP di router untuk subnet tersebut
  • subnettingidentifikasi.jpgSoal: Host A is connected to the LAN, but it cannot connect to the Internet. The host configuration is shown in the exhibit. What are the two problems with this configuration?
  • Jawab: CIDR /27 artinya netmask yang digunakan adalah 255.255.255.224. Dari sini kita tahu bahwa isian netmask di host adalah berbeda, jadi salah setting di netmask. Yang kedua blok subnet = 256-224 = 32, jadi subnetnya adalah kelipatan 32 (0, 32, 64, 86, 128, …, 224). Artinya di bawah Router 1, masuk di subnet 198.18.166.32. Alamat gateway sudah benar, karena biasa digunakan alamat host pertama. Hanya alamat IP hostnya salah karena 198.18.166.65 masuk di alamat subnet 198.18.166.64 dan bukan 198.18.166.32.
4. SOAL MENGIDENTIFIKASI ALAMAT SUBNET DAN HOST YANG VALID
Termasuk jenis soal yang paling banyak keluar, baik di ujian CCNA akademi (CNAP) atau CCNA 604-801. Teknik mengerjakan soal yang menanyakan alamat subnet dan host yang valid dari suatu subnetmask adalah dimulai dengan mencari blok subnetnya, menyusun alamat subnet, host pertama, host terakhir dan broadcastnya, serta yang terakhir mencocokkan susunan alamat tersebut dengan soal ataupun jawaban yang dipilih.
  • Soal: What is the subnetwork number of a host with an IP address of 172.16.66.0/21?Jawab: CIDR /21 berarti 255.255.248.0. Blok subnet = 256- 248 = 8, netmasknya adalah kelipatan 8 (0, 8, 16, 24, 32, 40, 48,  …, 248) dan karena ini adalah alamat IP kelas B, blok subnet kita “goyang” di oktet ke 3. Tidak perlu kita list semuanya, kita hanya perlu cari kelipatan 8 yang paling dekat dengan 66 (sesuai dengan soal), yaitu 64 dan 72. Jadi susunan alamat IP khusus untuk subnet 172.16.64.0 dan 172.16.72.0 adalah seperti di bawah. Jadi pertanyaan bisa dijawab bahwa 172.16.66.0 itu masuk di subnet172.16.64.0
  • Subnet
    172.16.64.0172.16.72.0
    Host Pertama172.16.64.1172.16.72.1
    Host Terakhir172.16.71.254172.16.79.254
    Broadcast172.16.71.255172.16.79.255
  • Soal: What is the subnetwork address for a host with the IP address 200.10.5.68/28?Jawab: CIDR /28 berarti 255.255.255.240. Blok subnet = 256-240 = 16, netmasknya adalah kelipatan 16 (0, 16, 32, 48, 64, 80 …, 240). Kelipatan 16 yang paling dekat dengan 68 (sesuai soal) adalah 64 dan 80. Jadi alamat IP 200.10.5.68 masuk di alamat subnet 200.10.5.64. 
    Subnet
    200.10.5.64200.10.5.80
    Host Pertama200.10.5.65200.10.5.81
    Host Terakhir200.10.5.78200.10.5.94
    Broadcast200.10.5.79200.10.5.95
5. SOAL-SOAL LAIN YANG UNIK
Selain 4 pola soal diatas, kadang muncul soal yang cukup unik, sepertinya sulit meskipun sebenarnya mudah. Saya coba sajikan secara bertahap soal-soal tersebut di sini, sambil saya analisa lagi soal-soal subnetting yang lain lagi :)
  • Soal: Which combination of network id and subnet mask correctly identifies all IP addresses from 172.16.128.0 through 172.16.159.255?Jawab: Teknik paling mudah mengerjakan soal diatas adalah dengan menganggap 172.16.128.0 dan 172.16.159.255 adalah satu blok subnet. Jadi kalau kita gambarkan seperti di bawah:
Subnet
172.16.128.0
Host Pertama 
Host Terakhir 
Broadcast172.16.159.255
    Dari sini berarti kita bisa lihat bahwa alamat subnet berikutnya pasti172.16.160.0, karena rumus alamat broadcast adalah satu alamat sebelum alamat subnet berikutnya. Nah sekarang jadi ketahuan blok subnetnya adalah 160-128 = 32 (kelipatan 32), terus otomatis juga ketahuan subnetmasknya karena rumus blok subnet adalah 256-oktet terakhir netmask. Artinya subnetmasknya adalah 255.255.224.0. Kok tahu kalau letak 224 di oktet ketiga? Ya karena yang kita kurangi (“goyang”) tadi adalah oktet ketiga.
Subnet
172.16.128.0172.16.160.0
Host Pertama  
Host Terakhir  
Broadcast172.16.159.255 
Masih bingung? Atau malah tambah pusing? Tarik nafas dulu, istirahat cukup, sholat yang khusuk dan baca lagi artikel ini pelan-pelan ;)  Insya Allah akan paham. Amiin …

http://romisatriawahono.net/

Download


http://kbudiz.wordpress.com/

Step by Step Konfigurasi Router dengan Routing RIP


Tujuan:
Tutorial ini bertujuan memberikan gambaran / petunjuk konfigurasi router.  Konfigurasi meliputi konfigurasi standar dan konfigurasi protokol routing (perutean). Protokol routing yang digunakan adalah RIP.
Skenario :
Terdapat dua buah LAN yang saling terkoneksi  melalui router BHM dan router GAD.. Konfigurasi masing-masing router harus mampu menghubungkan kedua LAN tersebut. (LAN BHM dan LAN GAD). Konfigurasi  dinyatakan berhasil jika PC1 pada LAN BHM mendapat reply dari PC2 pada LAN GAD dan sebaliknya.
Topologi :
topologi1
Konfigurasi :
Router BHM
Router>
Router> enable                                         {Masuk ke modus privillege }
Router# conf t                                           {Masuk ke modus konfigurasi global }
Router(config)#hostname BHM                {Memberi nama router }
BHM(config)#enable password cisco       {Mengaktifkan password pada perintah enable}
BHM(config)#enable secret class            {Mengaktifkan kata secret pada perintah enable}
BHM(config)#service password-encryption   {Mengaktifkan enkripsi password}
BHM(config)#banner motd #For  Authrorized access ONLY!!! #    {Mengaktifkan Pesan/Banner}
BHM(config)#line console 0                    {Mengkonfigurasi line console}
BHM(config-line)#password cisco
BHM(config-line)#login
BHM(config-line)#exit
BHM(config)#line vty 0 4                         {Mengkonfigurasi virtual line/ line telnet}
BHM(config-line)#password cisco
BHM(config-line)#login
BHM(config-line)#exit
BHM(config)#line aux 0                           {Mengkonfigurasi line auxiliary}
BHM(config-line)#password cisco
BHM(config-line)#login
BHM(config-line)#exit
BHM(config)#int  fa0/0                           {Mengkonfigurasi interface Fastethernet0/0}
BHM(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
BHM(config-if)#no shut
BHM(config-if)#exit
BHM(config)#int s0/0                             {Mengkonfigurasi interface Fastethernet0/0}
BHM(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
BHM(config-if)#no shut
BHM(config-if)#exit
BHM(config)#router rip                          {Mengkonfigurasi Protocol Routing RIP}
BHM(config-router)#net 192.168.4.0
BHM(config-router)#net 192.168.3.0
BHM(config-router)#exit
BHM(config)#exit
BHM#copy run start                              {Menyimpan konfigurasi ke NVRAM}

Router GAD
Router>
Router> enable
Router# conf t
Router(config)#hostname GAD
GAD(config)#enable password cisco
GAD(config)#enable secret class
GAD(config)#service password-encryption
GAD(config)#banner motd #This is a secure system, Authrorized access ONLY!!! #
GAD(config)#line console 0
GAD(config-line)#password cisco
GAD(config-line)#login
GAD(config-line)#exit
GAD(config)#line vty 0 4
GAD(config-line)#password cisco
GAD(config-line)#login
GAD(config-line)#exit
GAD(config)#line aux 0
GAD(config-line)#password cisco
GAD(config-line)#login
GAD(config-line)#exit
GAD(config)#int  fa0/0
GAD(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
GAD(config-if)#no shut
GAD(config-if)#exit
GAD(config)#int s0/0
GAD(config-if)#ip add 192.168.3.3 255.255.255.0
GAD(config-if)#clock rate 56000              {Hanya untuk interface serial DCE }
GAD(config-if)#no shut
GAD(config-if)#exit
GAD(config)#router rip
GAD(config-router)#net 192.168.4.0
GAD(config-router)#net 192.168.3.0
GAD(config-router)#exit
GAD(config)#exit
GAD#copy run start
Perintah untuk memeriksa konfigurasi                                
Sh run                                                {Memeriksa konfigurasi yang berjalan /running}
Sh ip protocol                                    {Memeriksa protokol routing yang aktif}
Sh ip route                                        {Hanya untuk interface serial DCE }

http://kbudiz.wordpress.com/

ShoutMix >>> Lengkapi Nama; Blog or Web Kamu Yah


ShoutMix chat widget

Alexa